Jumat, 10 Februari 2017

Bermain Musik adalah Hal yang Sangat Kompleks


Dalam pengertian orang awam kegiatan bermusik  sering disebut dengan main musik. Secara harafiah, pengertian kata main adalah perbuatan yang menyenangkan. Dan pengertian musik adalah cabang ilmu musik itu sendiri.

Seseorang dikatakan main musik atau bermain musik, sudah tentu orang tersebut menguasai cabang ilmu musik itu sendiri baik tingkat dasar maupun lanjut atau bahkan professional. Berdasar tingkatan itulah seseorang yang main musik dapat dinilai baik, sangat baik, atau biasa saja. Memang kata main musik terdengar sederhana tapi tidak dalam praktiknya. Selain tingkatan yang ada dalam cabang ilmu musik sendiri, dalam main musik sangatlah diperlukan musikalitas yang baik. Musikalitas adalah pengalaman bermusik seseorang. Musikalitas merupakan anugerah pada seseorang atau disebut bakat. Namun musikalitas juga bisa dibangun dengan mendengar, meniru karya musik, atau sekolah khusus musik. Musikalitas itulah yang memberikan soul/roh/jiwa kepada karya yang di mainkan. Sehingga dapat di katakan orang yang main musik dengan soul  yang kuat akan terlihat dan terdengar baik dan indah dalam karya yang sederhana maupun rumit sekalipun. Sebaliknya seseorang yang memiliki soul yang kurang kuat meskipun mampu memainkan karya musik yang rumit hanya akan terdengar baik saja.

Hal inilah yang menggolongkan orang main musik ada yang otodidak atau sekolah/kursus musik. Dengan kata lain orang yang main musik secara otodidak belum tentu kurang baik di banding dengan orang yang main musik dengan sekolah musik.

Main musik berkelompok sedikit lebih rumit dengan main musik solo. Dalam main musik solo yang di hadapai adalah ego diri sendiri dan instrument itu sendiri. Sedangkan dalam berkelompok yang dihadapi ego diri sendiri dan orang lain juga. Tidak sedikit  kelompok musik yang skill dan musikalitasnya baik tapi tidak bertahan lama. Atau seringnya gonta ganti personil dalam sebuah kelompok musik. Dan hal yang paling sering jadi alasan adalah permasalahan ego,kemudian skill dan musikalitas.

Dalam cabang ilmu musik, musik terdiri dari 3 (tiga) unsur pokok. 3 (tiga) unsur musik itu adalah ritme, melodi, dan harmoni. Ritme berada di urutan paling atas, karena sebagai penentu jalannya melodi dan harmoni. Ketika seorang main musik baik solo maupun berkelompok salah ritme nya maka akan sangat sulit di ampuni atau bahasa lainnya sangat mudah untuk di ketahui, sedangkan ketika seorang main musik salah melodi atau harmoni masih dapat dimaafkan atau bahasa lainnya tidak terlalu kelihatan salahnya. Sekalipun pendengar atau penikmat tidak mengetahui karya yang di mainkan orang atau kelompok tersebut. Tapi ketika salah memainkan ritme akan sangat terasa janggal dibanding salah melodi dan harmoni (dalam arti sempit nya ; akord). Tapi tidak juga mengesampingkan melodi dan harmoni  atau dengan kata salah juga ndak apa, karena dalam pengertian harmoni secara umum adalah keselarasan antara dua atau lebih komponen/unsur.

Dalam orientasinya main musik juga terbagi  lagi, yaitu main musik untuk hiburan atau main musik untuk seni. Meskipun keduanya tetap tergolong menghibur dan juga berkesenian. Main musik untuk hiburan dapat di golongkan ke dalam karya era modern. Sedangkan musik untuk seni dapat di golongkan ke era zaman klasik, renaissance, barok. Main musik untuk seni juga sering digunakan sebagai terapi kesehatan dan juga untuk mengiringi ibadah dalam aliran kepercayaan.

Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa main musik itu sangat kompleks. Bahkan seorang filsuf Yunani terkenal , Plato, mengemukakan teori, “bahwa  musik adalah seni tertinggi dari cabang seni yang ada”. Dan teori itu di pertegas juga oleh ilmuwan yang sangat berpengaruh di dunia yaiut Albert Einsten yang berpendapat “ ketika mendengar alunan musik, aku serasa di surga”. Dan ada kutipan yang paling terkenal yaitu “musik membawa kita ke tempat yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata”.

Share this

1 Response to " Bermain Musik adalah Hal yang Sangat Kompleks "