Senin, 26 Juni 2017

Hal yang Wajib Anda Ketahui Tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Selain harus memenuhi kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman, memiliki tempat tinggal untuk berlindung bersama keluarga Anda adalah suatu hal yang tidak kalah penting. Kebutuhan tersebut tentunya dapat Anda penuhi melalui penghasilan bulanan yang sudah Anda kumpulkan. Namun berbeda dengan memenuhi kebutuhan pangan, memiliki sebuah rumah membutuhkan usaha ekstra keras agar bisa mendapatkannya.



Di usia yang terbilang muda, meskipun sudah berpenghasilan tetap, rasanya sulit jika harus membeli rumah secara tunai. Namun semua hal sulit bukan berarti tidak bisa Anda lakukan, di Indonesia sendiri sudah tersedia alternatif lain agar Anda bisa membeli rumah yakni melalui KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Kira-kira apa saja hal yang wajib diketahui mengenai KPR? Berikut penjelasannya.
Pengertian Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

KPR merupakan jasa kredit jangka panjang yang diberikan oleh bank kepada Anda untuk membeli ataupun mendirikan rumah. Ketika Anda menggunakan KPR untuk membeli rumah, masa pelunasan pembayaran rumah tersebut dapat dilunasi dalam jangka waktu yang cukup lama dan fleksibel, karena bisa diatur sesuai dengan keinginan Anda.

Menggunakan KPR berarti Anda harus siap menjadikan rumah Anda tersebut sebagai jaminan oleh Bank agar Anda patuh untuk membayar cicilannya. Melalui metode ini pula proses pembayaran untuk membeli rumah menjadi lebih mudah dan Anda hanya perlu menyiapkan dana sebesar uang muka yang dibutuhkan.

Cara Kerja KPR
Jika Anda berencana untuk membeli rumah lewat KPR, maka nasabah hanya perlu membayar preskot atau uang muka (DP). Sehingga sisa harga pembelian rumah tersebut akan dilunasi oleh bank yang Anda tuju. Sebagai gantinya, para nasabah akan mencicil biaya pelunasan tersebut per bulan kepada bank yang juga disertai dengan bunga.

Bank akan mengabulkan permohonan KPR Anda, jika Anda sudah memenuhi syarat yang seusai dengan kebijakan bank itu sendiri. Permasalahan berapa besar cicilan dan bunga, hal tersebut akan ditentukan oleh bank.

Berapa besaran DP?
Menurut aturan Bank Indonesia, minimal DP KPR yang ditetapkan adalah 30 persen untuk rumah pertama dan 50 persen untuk rumah kedua. Sebagai contoh, jika seorang nasabah ingin membeli rumah seharga Rp300 juta, maka DP yang dibayarkan minimal Rp 90 juta. Jika Nasabah ingin membayar DP lebih dari angka tersebut juga boleh saja, sehingga nanti angsuran yang akan dibayar per bulan lebih ringan.

Bagaimana Cara Membayar Cicilan?
Cicilan KPR terdiri atas uang pokok dan bunga. Utang pokok berarti nominal uang yang belum dilunasi oleh nasabah ketika membeli rumah. Sedangkan bunga adalah biaya jasa KPR yang ditentukan oleh bank yang Anda tuju atas persetujuan Bank Indonesia.  Terdapat dua jenis bunga KPR yang perlu Anda ketahui, yakni:
  • Fixed (tetap) yang berarti nasabah akan membayar bunga dengan nilai tetap selama periode yang sudah disepakati, misalnya 8 persen selama 2 tahun
  • Floating (mengambang) yang berarti nasabah akan membayar bunga dengan nilai yan berubah-ubang sesuai dengan ketetapan bank terkait. Turun-naiknya bunga mengambang bergantung pada pasar suku bunga. Jika kondisi ekonomi sedang baik, bunga KPR akan rendah dan begitu pula sebaliknya.

Jenis-jenis KPR

1. KPR Subsidi
KPR Subsidi ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah yang ingin memiliki rumah. KPR jenis ini disediakan oleh bank sebagai bagian dari program pemerintah untuk mendanai kepemilikan rumah masyarakat dalam bentuk rumah sederhana sehat. Dalam KPR ini, debitur akan diberikan subsidi berupa keringanan kredit atau uang muka.

2. KPR Non-Subsidi
Dalam jenis KPR ini, bank akan memberikan persyaratan sesuai dengan ketentuan pada umumnya dan besaran suku bunga yang diatur oleh bank bersangkutan. Jenis KPR ini tidak diperuntukkan bagi satu kalangan masyarakat saja, tetapi bagi masyarakat yang secara umum membutuhkan bantuan dana atau cara pembayaran yang ringan saat membeli rumah.

3. KPR Syariah
Dalam prinsipnya, KPR Syariah tidak jauh berbeda dengan KPR non-subsidi. Perbedaannya hanya terletak pada cara transaksinya, di mana pada KPR Syariah akan digunakan prinsip akad Murabahah (Jual-beli). KPR jenis ini pun kini sudah disediakan oleh bank pemerintah dan juga swasta.

Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan KPR, pastikan Anda telah memperhatikan beberapa hal penting seperti besaran plafon kredit, perhitungan suku bunga, masa pinjaman KPR, biaya penalti pelunasan, dan juga biaya administrasi KPR. Hal tersebut dilakukan guna menghindari permasalahan kesulitan biaya yang justru akan membawa Anda kehilangan rumah tersebut.


Tips membeli KPR, di DBS Home Loan merupakan sebuah fasilitas pemberian kredit pada calon debitur PT Bank DBS Indonesia yang ingin membeli rumah tinggal, rumah susun/apartemen, rumah tokok, ataupun fasilitas refinancing dengan jangka waktu bervariasi antara 1 hingga 20 tahun. Bagi para nasabah yang ingin mengajukan KPR ke bank DBS maka akan diberikan beragam manfaat seperti suku bunga kompetitif, proses yang cepat dan mudah dalam 5 hari kerja, dan juga lainnya.

Share this

0 Comment to " Hal yang Wajib Anda Ketahui Tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR) "

Posting Komentar